MAKALAH PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

MAKALAH

PENDIDIKAN DAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT

Makalah Ini Diajukan Guna Melengkapi Mata Kuliah Umum

Pengantar Ilmu Pendidikan

Dosen Pengampu: Amirul Mukminin

Disusun oleh:

Kelompok 6 :

  1. Fitria Nur Wijayanti
  2. Rizky Setiawan
  3. Desy probowati
  4. Yuni
  5. Rivaldi
  6. Relo

 

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2014

 

KATA PENGANTAR

Puji  syukur kehadirat  Allah SWT  Yang Maha Mendengar lagi  Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang  berbentuk makalah  ini sesuai dengan  waktu  yang telah  direncanakan.Shalawat serta  salam semoga senantiasa tercurahkan kepada banginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta seluruh  keluarga  dan sahabatnya  yang selalu membantu perjuangan beliau dalam  menegakkan Dinullah di muka bumi ini.

Penyusunan  makalah  ini   merupakan  salah  satu tugas  dari mata kuliah Pengantar Ilmu  Pendidikan yang bertema “Pendidikan dan Perkembangan Masyarakat”. Dalam penulisan makalah ini,  tentu banyak pihak yang  telah  memberikan bantuan baik  moril  maupun  materil. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang  tiada hingga kepada:

  1. Dosen Mata Kuliah Pengantar Ilmu  Pendidikan.
  2. Rekan-rekan Mahasiswa  yang  telah banyak  memberikan  masukan  untuk  makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih  jauh dari kesempurnaan, maka saran  dan kritik yang konstruktif dari  semua pihak sangat diharapkan  demi  penyempurnaan selanjutnya.Akhirnya hanya  kepada Allah SWT  kita  kembalikan semua urusan  dan semoga  makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulisdan  para pembaca  pada umumnya.    

 

Semarang,1 juni   2014

 

 

 

Penulis

 

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dalam menempuh kehidupan manusia di pengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pendidikan.Dari tahun ke tahun banyak dilaukan penelitian-penelitian tentang pendidikan.Beberapa ahli pendidikan seperti Danison,Kreuger,dan Becker mengadakan penelitian dan hasilnya mendukung pendapat Smith jika memang ada hubungan yang sangat erat antara tingkat pendidikan penduduk dengan kemajuan ekonomi suatu masyarakat. Penemuan ini dijadikan acuan beberapa negara dala pelaksanaan pendidikan. Misalnya di Indonesia ada tingkatan pendidikan dari SD,SMP,SMA,Akademi dan Tingkat Perguruan Tinggi.

Pendidikan sangatlah penting bagi pengembangan masyarakat. Dimana pendidikan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat yang dicita-citakan. Pendidikan pun menjadi bagian esensial dari strategi kebudayaan karena kebudayaan hidup dan berkembang dari masyarakat. Kultur di Indonesia pada dasarnya beraneka ragam,namun keaneka ragaman tersebut akan memicu adanya perbedaan dan diskriminasi terhadap satu kultur lain,oleh karena itu Sistem pendidikan di Indonesia haruslah memperhatikan kultur budaya masing-masing wilayah. Selain itu pendidikan di Indonesia harus mengacu pada dunia global dimana ada tuntutan terhadap ketrampilan dalam menuju masyarakat yang mampu bersaing didunia global.

Dalam perkembangan masyarakatdiharapkan nantinya masyarakat dapat menjadi masyarakat modern,yang menunjang nilai-nilai dan moral yang ada Indonesia. Dimana tidak akan ada perbedaan di antara status sosial yang terlihat sangat timpang. Tidak ada masalah yang menyangkut ras,agama,suku sehingga dapat terwujud masyarakat yang dicita-citakan. Masyarakat yang lebih kreatif,inovatif dalam menjalani kehidupan. Selain itu diharapkan masyarakat lebih dapat mengerti adannya hubungan baik antara sesama.

Dalam suatu masyarakat terdapat masyarakat yang dicita-citakan dimana masyarakat yang akan dapat berfikir kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya misalnya dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.Didalam mengembangkan kehidupan yang demokratis kita ingin membangun sistem hukum yang nasional yang terbuka bagi tatanan global/mengakomodasikan hukum adat,hukum agama yang berlaku serta menormalisasikan hukum ketatanegaraan yang berlaku dengan menjunjung supermasi hukum. Dengan singkat,untuk jangka panjang kita mewujudkan suatu kehidupan politik yang demokratis dengan pemerintahan yang bersih bermoral dan bertanggung jawab suatu tatanan kehidupan ekonomi yang mampu menggerakkan perekonomian rakyat dan tersedianya lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta kehidupan yang toleransi beragama.

 

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana deskripsi dinamika maasyarakat Indonesia?

2. Bagaimana perkiraan perkembangan masyarakat masa depan?

3. Apa alternatif pendidikan dalam kaitanya dengan perkembaangan masyarakaat?

4. Bagaimana alternatif pendidikan dalam kaitanya dengan perkembaangan masyarakaat?

 

C. Tujuan

1. Mengetahui deskripsi dinamika maasyarakat Indonesia

2. Mengetahui perkiraan perkembangan masyarakat masa depan

3. Mengetahui alternatif pendidikan dalam kaitanya dengan perkembaangan masyarakaat

4. Mengetahui alternatif pendidikan dalam kaitanya dengan perkembaangan masyarakaat

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

.      1.  Deskripsi Dinamika Masyarakat Indonesia

 

Sumber-sumber masalah seperti rendahnya kesadaaran multikultural, penafsiran otonomi daerah yang masih lemah, kurangnya sikap kreatif dan produktif serta rendahnya kesadaran moral dan hukum menyebabkan perilaku massa yang sangat mudah menjurus ke arah anarkisme, sifat kedaerahan, tidak tertib hukum, dan korupsi merajalela.

 

Di sisi lain, konstruk masa depan yang berbasis Bhimeka Tunggal Ika, sistem sosial yang mengakar pada masyarakat, ekonomi yang berorientasi terhadap pasar global serta perlunya moralitas hukum yang dijunjung tinggi mengindikasikan orientasi pembangunan yang mengutamakan kepentingan yang berimplikasi pada peningkatan sumber daya manusia, aktivitas ekonomi, serta pengembangan kreativitas, produktivitas, dan hati nurani. Untuk itu, kita membutuhkan strategi yang tepat untuk menyentuh aspek-aspek struktural dan kultural serta dinamika perkembangan masyarakat.

 

Lingkungan nasional masih ditandai dengan dua fenomena seperti masih berlangsungnya krisis multi dimensional, kuatnya tuntutan reformasi di bidang ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, dan kehidupan beragama. Sehingga pendidikan dituntut untuk membantu krisis yang dialami oleh negara ini. Untuk itulah karakter bangsa harus dipertahankan dan pendidikan harus mengacu pada tolok ukur global, sehingga, bangsa Indonesia siap dalam mengantisipasi perannya dalam menghadapi persaingan global.

GBHN juga melakukan perbaikan sistem pendidikan nasional dengan cara merumuskan perencanaan misi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk misi jangka pendek pendidikan nasional adalah penuntasan wajib belajar sembilan tahun, pengembangan lembaga kependidikan, dan pengembangan iptek. Misi jangka menengah meliputi membangun sistem, iklim dan proses pendidikan nasional yang demokratis dan memperdulikan mutu. Sedangkan misi jangka panjang merupakan kelanjutan dari misi jangka menengah yang menekankan pada pembudayaan yang bukan hanya berupa konservasi budaya, melainkan sebuah proses yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan yang selaras dengan perkembangan lingkungan.

 

.        2. Perkiraan Perkembangan Masyarakat Masa Depan

            Istilah “masyarakat Indonesia Baru” digunakan untuk menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan bangsa Indonesia setelah era reformasi. Teori globalisasi menyatakan bahwa budaya global terjadi karena berbagi perkembangan sosial budaya. Bahkan globalisasi juga bisa diartikan sebagai kesadaran yang tumbuh pada tingkat global yang terbangun secara berkelanjutan.

      Menurut Sastrapratedja,masyarakat Indonesia baru merupakan suatu visi yang memuat kritik atas situasi yang ada dan gambaran alternatif mengenai masyarakat tanpa aspek-aspek negatif . Jadi, visi masyarakat baru yang dicita-citakan itu biasanya muncul pada saat timbul situasi ketidakpuasan akan situasi yang ada dan dirasakan perlunya perubahan, reformasi, dan revolusi. Komponen kebutuhan masyarakat Indonesia baru adalah kebutuhan untuk terus menguasai lingkungannya, kebutuhan komunikasi dan lepas dari berbagai penghambat aktualisasi dirinya.

  1. Alternatif Pemdidikan dalam Kaitannya dengan Perkembangan Masyarakat

 

            Pada dasarnya hubungan antara individu dan dengan masyarakatnya berkisar pada suatu model atau hubungan antara penguasa, yang dikuasai, cara untuk mencapai tujuan bersama, dan tujuan itu sendiri. Dalam konsep ini potensi individu harus dikembangkan, tanpa mengembangkan potensi yang ada penguasa tidak akan dapat menciptakan keadilan yang dicita-citakan.

 

            Manusia dalam berkelompok menginginkan delapan nilai, yaitu: kekuasaan, pendidikan, kekayaan, kesehatan, ketrampilan, kasih sayang, kejujuran, dan keseganan. Di dalam mengembangkan kehidupan yang demokratis kita ingin membangun sistem hukum yang nasional yang terbuka bagi tatanan global, mengakomodasikan hukum adat, hukum agama yang berlaku serta menormalisasikan hokum ketatanegaraan yang berlaku dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.

 

            Ciri-ciri masyarakat Indonesia yang dicita-citakan meliputi prinsip mengembangkan dan menegakan kedaulatan rakyat. hukum dan keadilan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pluralisme masyarakat masyarakat urban dan industry, masyarakat berwawasan lingkungan, dan mengembangkan masyarakat berketuhanan Yang Maha Esa.

 

Pada awal pertumbuhannya, pendidikan diartikan sebagai proses sosialisasi, yang berupa proses transfer nilai dan pengetahuan dan dalam perkembangannya pendidikan dimaknai sebagai proses persekolahan, maka titik fokus studi pendidikan adalah kegiatan proses belajar mengajar. Pendidikan haruslah bersinergi dengan bidang-bidang kehidupan, politik, ekonomi, hukum, dan budaya dalam arti terbatas.

  1. Pendidikan Multikultural di Indonesia

 

            Keragaman entitas budaya dalam suatu komunitas merupakan modal pemberdayaan terutama dalam proses pendidikan. Pendidikan yang dibutuhkan bagi bangsa ini adalah pendidikan kebangsaan yang terintregrasi untuk memupuk semangat persatuan dan cinta tanah air dan memiliki semangat kebangsaan,

 

            Beberapa kecenderungan dari sistem pendidikan nasional yang selama ini berlaku menunjukkan beberapa fenomena yang tidak menguntungkan bagi pembentukan proses kultural tersebut antara lain :

 

  1. Pendidikan nasional bersifat monolitik cultural, etnosentrisme dengan  menempatkan budaya induk sebagai acuan superioritas.

 

  1. Sistem pendidikan barat dikembangkan dengan acuan sistem ekonomi internasional.

 

  1. Ke-Indonesia-an tidak cukup dibangun dengan identitas sub-nasional dengan basis ras, etnik, budaya, kelas social, agama dan pengelompokan lainnya.

 

  1. Persekolahan di Indonesia cenderung bersifat elitis.

 

            Pola pendidikan di Indonesia selama ini memilih kultur yang dibawa oleh birokrasi yang dikendalikan elit pemerintah yang harus dilaksanakan dan dipatuhinya. Dengan belajar dari Negara-negara yang telah berhasil melaksanakan model pendidikan multikultural, ada lima jenis pendekatan pendidikan multicultural, yaitu:

 

a)      Menitik beratkan perubahan kultural dalam pengajaran yang diberikan kepada mereka yang berbeda budaya.

 

b)      Mendoronng siswa agar memiliki perasaan positif, mengembangkan konsep diri dan toleransi.

 

c)      Menciptakan arena belajar dalam satu kelompok budaya.

 

d)     Upaya untuk mendorong persamaan struktur sosial dan pluralisme kultural.

 

e)      Rekontruksi social untuk menyiapkan setiap warga negara aktif mengusahakan persamaan struktur social.

 

5. Pedidikan Multikultural,Tantangan dan Solusinya

            Didalam pendidikan mutikultural terletak tanggung jawab besar untuk pendidikan nasional. Tanpa pendidikan yang difokuskan pada pengembangan perspektif multikultural dalam kehidupan,tidak mungkin dapat menciptakan keberadaan aneka ragam budaya di masa depan dalam masyarakat Indonesia. Dengan kata lain multikultural hanya dapat disikapi melalui pendidikan nasional.

            Sehubungan dengan hal ini,ada tiga tantangan besar dalam melaksanakan pendidikan multikultural di Indonesia,yaitu 1) agama,suku,bangsa,dan tradisi 2) kepercayaan,dan 3) Toleransi.

  1. Agama,suku bangsa dan tradisi

Agama adalah isu yang lebih banyak menyangkut pribadi dalam kehidupan seseorang,sebagaimana hubungan seseorang dengan penciptanaya. Pengakuan ini sangat penting dalam kehidupan beragama di Indonesia, yaitu bahwa orang Indonesia memiliki acuan sebaimana yang tertera dalam sila pertama Pancasila yaitu adanya keyakinan atas Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kasus ini agama secara aktual merupakan ikatan yang terpenting dalam kehidupan orang Indonesia sebagai suatu bangsa.

Bagaimanapun hal itu juga akan menjadi perusak kekuatan masyarakat yang harmonis ketika hal itu digunakan ssebagai senjata politik atau fasilitas individu-individu atau kelompok ekonomi dan kepentingan sosial. Didalam kasus ini agama terkait pada etnis atau tradisi kehidupan dari sebuah masyarakat. Kita dapaat mengamati suatu hubungan yang sangat tertutup antara agama dan tradisi dari komunitas msyarakat Indonesia.Pertimbangan sebagaimana hubungan antara agama,etnis dan tradisi di Indonesia,agama memiliki potensi untuk menggangu pluralitas masyarakat Indnesia. Hal ini dapat membimbing kita untuk mengerti bagaimana masyarakat barat yang secara jelas memisahkan negara dari agama dapat mencegah hubungan mereka dengan konflik. Agama telah mempertimbangkan hubungan pribadi dan bukan sebuah bisnis publik.Penempata agama dalam kehidupan masyarakat di Indonesia sebagai pilar utama. Oleh karena itu kiranya sangat penting untuk mencegah agama yang dijadikan sebagai kendaraan dalam mewujudkan mimpi pribadi.Masing-masing individu telah menggunakan prisip agama dalam menuntun kehidupan di masyarakat,tetapi tidak berbagi pengertian dari kenyakinan agamanya dipihak lain. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui pendidikan multikultural utuk mencapai tujuan dan prinsip seseorang dalam menghargai agama. Pendidikan formal membedakan/memisahkan pendidikan dan pendidikan agama.

Pendidikan agama adalah merupakan perhatian dari sekolah khusus yang dimiliki masyarakaat dengan agama khusus. Pendidikan agama di satu pihak memfikirkan sekolah umum(formal) yang di tambah pendidikan agama yang bertujuan memberikan toleransi dan kepercayaan anggota masyarakat yang lain yang berbeda keyakinan agamanya.

 

  1. Kepercayaan( Trust)

Seorang ahli Sosiologi dari Inggris Anthony Giddens menyarankan bahwa salah satu unsur yang penting dalam kehidupan bersama adalah adanya suatu kepercayaan. Kepercayaan memerlukan dua sikap yaitu kesiapan untuk mengambil resiko dan kepercayaan. Dalam masyarakat yang plural selalu memfikirkan resiko terhadap berbagai perbedaan. Bagaimanapun penghargaan terhadap perbedaan dengan yang lain memerlukan suatu pengertian terhadap resiko dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Munculnya resiko dari kecurigaan/ketakutan atau ketiadaan kepercayaan terhadap yang lain juga dapat timbul ketika tidak ada komunikasi didalam masyarakat majemuk/plural. Selanjutnya dapat diamati dengan mudah dan dipahami tentang resiko yang dapat meningkatkan rasa takut dalam mencurigai pihak lain. Oleh karena itu dengan berbekal sebuah pengertian resiko-resiko yang potensial hidup di dalam masyarakat,perlu dibangun tentang apa yang di sebut dengan keyakinan.

Ketika kita memberikan keyakinan pada seseorang,artinya bahwa kita mengurangi resiko dalam kehidupan dan kita berbagi dengan seseorang. Pengertian yang lebih baik tentang perbedaan yang ada di dalam masyarakat yang diperalat melalui komunikasi dan dialog akan membawa keyakinan yang lebih kuat. Artinya bahwa dengan membuka diri atau partisipasi terhadap orang lain.

 

  1. Toleransi

Toleransi merupakan bentuk tertinggi,bahwa kita dapat mencapai keyakinan,kita memberi pada anggota lain di dalam masyarakat. Toleransi dapat menjadi kenyataan ketika kita mengasumsikan adanya perbedaan menghilangkan/menghapus persetujuan belaka. Tentu saja keyakinan bukanlah sesuatu yang statis dan tidak dapat berubah.Kenyakinan adalah sesuatu yang dapat berubah.

Didalam definisi Derrida and Loytard dikatakan bahwa keyakinan adalah sebuah penundaan. Pengertian yang dibuat dari keyakinan hanya dapat dicapai melalui komunikasi dan dialog dengan pihak lain sebagai jalan terbaik untuk mencapai tujuan.

Tiga elemen pendidikan multikultural dapat terwujud dalam praksis pendidikan nasional. Pendidikan Nasional terdapat dua cara yaitu pendidikan dan pendidikan nasional yang di landasi oleh agama tertentu. Hal ini tidak berati bahwa dua cara yang dapat memisahkan atau mengelompokkan masyarakat kita. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan sebagai manusia Indonesia yang demokratis dan dapat hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia diperlukan Pendidikan Multikultural

 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

  1. Dalam sistem pendidikan mengacu pada adanya budaya kultur,ras,adat serta sistem sosial lainnya,sehingga pendidikan dapat melebur segala perbedaan mendasar dalam masyarakat.
  2. Masyarakat Madani adalah cerminan masyarakan mendatang yang dicita-citakan yang memiliki ciri-ciri yang khas antara lain adanya keragaman budaya yang merupakan dasar pengembangan identitas bangsa Indonesia dan kebudayaan nasional
  3. Terdapat 6 elemen yang dijadikan ciri sebuah masyarakat yang dicita-citakan yaitu menegakkan dan mengembangkan kedaulatan rakyat, menegakkan dan mengembangkan keadilan nasional,mengembangkan sarana IPTEKS,mengembangkan pluralisme,mengembangkan masyarakat yang berwawasan lingkungan, mengembangkan masyarakat yangberketuhanan Yang Maha Esa.
  4. Pendidikan mutikultural harus dilaksanakan di Indonesia agar terjadinya persamaan dalam segala bidang kehidupan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pengantar Iimu Pendidikan, Drs. Achmad Munib, S.H.M.Si.dkk

Arumpakarstory.blogspot.com

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s